BANTEN – Komunitas pengguna motor Royal Enfield yang tergabung dalam Royal Rider Indonesia (RORI) sambangi Baduy Luar. Pada hari Sabtu, (5/2/2022) Sebanyak 40 motor melakukan touring budaya dari Tangerang menuju Baduy Luar.
Touring budaya yang dilaksanakan oleh RORI selain untuk mengenal kekayaan budaya dan alam di Indonesia juga diarahkan untuk membangun ketertiban dalam berlalu lintas. Mengingat hobi yang mereka lakukan akan banyak di lakukan di jalan raya.
Bukan hal yang mudah untuk membuat rombongan teratur, bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang memberi label negative terhadap rombongan motor. Meski tidak dapat dipukul rata, namun satu persatu dari komunitas motor sudah mulai mempertontonkan budaya berlalu lintas yang sehat.
“Ikuti aturan berlalu lintas, jangan sombong, jaga etika berkendara, masih banyak kubikasi mesin yang lebih besar dari kendaraan yang kita kendarai,” ujar Pudjijarto Sutjipto, Road Captain (RC), Piknik RORI to Baduy.
Kubikasi mesin sepeda motor yang digunakan oleh peserta touring motor adalah mulai dari 350cc, 410cc, dan 650cc. Jika mereka mau ugal-ugalan dan argodan menggunakan sirine, strobo, dan rotator adalah hal yang sangat memungkinkan. Tapi komunitas yang didominasi oleh jenis RE Classic ini memilih untuk menjadi pengguna motor yang santun, menikmati perjalanan, dan sesekali menyapa anak-anak yang berada di pinggir jalan.
Rute perjalanan
Sebelum memulai perjalanan dari salah satu restoran di daerah BSD, Tangerang. Bro Pudjiarto mengumpulkan seluruh peserta touring untuk mengarahkan aturan dalam perjalanan, lokasi istirahat, dan tentu memimpin doa agar perjalanannya selamat dan bermanfaat.

Untuk memastikan barisan sesuai harapan, RC dibantu oleh Sweeper yakni Bro Ranggi di belakang dan Bro Fuad yang bertugas di tengah. Mereka semua sama-sama berasal dari RORI Chapter Tangerang Raya. Ini dilakukan mengingat tuan rumah tujuan Piknik RORI adalah daerah Banten.
Setelah dari BSD rombongan masuk jalan daerah Parung Panjang, Tenjo, Jasinga, Cipanas, dan terakhir berhenti di wilayah terminal Ciboleger yang kemudian berlanjut jalan kaki menuju pemukiman budaya Baduy Luar.
Support UMKM
Untuk setiap lokasi pemberhentian istirahat rombongan touring motor diilih tempat milik warga seperti warung kopi dan warung nasi. Harapannya dengan kehadiran mereka jajan dan makan di tempat tersebut dapat membantu meningkatnya omset para pelaku UMKM dan mengajak anak motor lain untuk melakukan hal yang sama.

“Alhamdulillah dengan adanya komunitas motor yang makan dan jajan di sini membantu pendapatan kami, bahkan untuk yang hari ini setelah rombongan datang dan makan menu di tempat ini langsung abis. Biasanya kalau anak-anak motor ini saya dapat informasinya dari bang Ayi Cole. Menu khas di sini adalah bakar-bakaran, ayam kampung, dan jengkol.” Ungkap Haji Usman, Pemilik Warung Nasi Panineungan di Sajra, Kecamatan Sadira, Rangkasbitung.
Bahkan selain untuk mengenal kebiasaan masyarakat Baduy Luar, teman-teman peserta touring Royal Rider Indonesia (RORI) dari Chapter Banten dan Jakarta serta Presiden RORI, Donny Hendaris ikut belanja hasil kerajinan tangan khas Baduy. ##